SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG SAYA By MUHAMMAD ANSAR DAUD

Saturday, May 11, 2013


 
KARYA TULIS ILMIAH

PENANGANAN AVITAMINOSIS DAN HYPERVITAMINOSIS
PADA ANAK-ANAK



DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS DAN MELENGKAPI PERYARATAN LULUS MATA KULIAH BAHASA INDONESIA




OLEH:

MUHAMMAD ANSAR DAUD
K201102194










PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MANDALA WALUYA
KENDARI
2012






KATA PENGANTAR


              Dengan  memanjatkan   puji dan  syukur  Kehadirat  Allah SWT. Dimana  atas segala rahmat  karunia  dan  petunjuknya  sehingga  penulis  dapat  menyelesaikan penyusunan  karya tulis  ini  tepat  pada  waktunya.
              Penyusun  menyampaikan  rasa  terima  kasih  yang  setinggi-tingginya  kepada berbagai  pihak  yang  telah  membantu  menyelesaikan  karya tulis  ini  sehingga  hambatan –hambatan  dapat  teratasi.
              Karya tulis ini memuat  tentang  vitamin dan macam-macamnya, gejala-gejala penyakit yang di timbulkan karena kekurangan dan kelebihan vitamin, serta yang lebih khususnya yang diangkat sebagai tema karya tulis ini yaitu  “Penanganan Avitaminosis dan Hypervitaminosis Pada Anak-Anak”.
              Penulis  menyadari   dalam  penyusunan   karya tulis  ini masih jauh  dari kesempurnaan . Oleh karena  itu, dengan  segala  kerendahan  hati  penulis  sangat  mengharapkan  saran  dan  kritik yang sifatnya  membangun  dari  semua  pihak  dan  rekan-rekan  pembaca. Dan  mudah-mudahan  karya tulis  yang  sederhana  ini dapat memberikan  manfaat dan dapat menjadi sumber referensi bagi para pembaca.
              Wassalam…


Kendari,    Januari 2012

Penulis










ABSTRAK

Penulisan karya tulis ini dilatarbelakngi oleh kuranganya kesadaran manusia yang benar-benar teliti dan memperhatikan kesehatan diri khususnya anak-anak mereka. Kondisi dan kadar vitamin yang dikosumsi anak mereka seakan tidak diperhatiakn, padahal kekurangan vitamin (Avitaminosis) ataupun kelebihan vitamin (Hypervitaminosis) dapat memberikan dampak yg mempengaruhi kesehatan tubuh anak tersebut. Untuk itu dalam karya tulis ini diangkat masalah mengenai “Penanganan Avitaminosis dan Hypervitaminosis Pada Anak-Anak”, dimana bertujuan untuk memberikan referensi atau pengetahuan kepada para pembaca dalam hal upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menangani anak yang menderita Avitaminosis dan Hypervitaminosis.
Pembahasan dalam karya tulis ini lebih menegaskan atau menganjurkan kepada pembaca dimana seharusnya memberikan apa yang terbaik bagi kesehatan anak-anak mereka, dalam hal ini khusus pada vitamin yang mau tidak mau adalah sesuatu yang tidak dapat lepas dari kesehatan tubuh (kebutuhan) tubuh bagi anak-anak. Disamping itu juga membahas tentang Apa itu vitamin dan manfaatnya bagi tubuh, dan dampak atau gejala-gejala yang ditimbulkan, serta cara penanganannya bagi anak-anak yang mengalami kekurangan maupun kelebihan vitamin tersendiri Oleh karena itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang apa itu vitamin dan gejala-gejala serta pengananx apabila terjadi kekurangan vitamin (avitaminosis) dan kelebihan vitamin (hypervitaminosis) terkhususnya pada anak-anak.
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik lebih merelevansi pada tema karya tulis ini dimana dalam menangani anak yang menderita Avitaminosis dan Hypervitaminosis, langakh utama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi kedokter sebelum bertindak secara anjut.

Kata kunci: Penanganan, Anak-anak,Vitamin, Avitaminosis dan Hypervitaminosis







A.     PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang
Masing-masing vitamin dibutuhkan badan dalam jumlah tertentu. Terlalu banyak maupun terlalu sedikit vitamin yang tersedia bagi tubuh memberikan tingkat kesehatan yang kurang.
Konsumsi dan keseimbanga vitamin dalam tubuh harus diperhatikan. Sebab bila terlalu banyak vitamin dikonsumsi, akan terjadi gejala-gejala yang merugikan dan kondisi demikian disebut Hypervitaminosis. Sebaliknya bila dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan akan terjadi juga gejal-gejala yang merugikan. Bila kadar vitamin didalam darah sudah menurun tetapi belum memberikan gejala-gejala klinik yang jelas, disebut kondisi Hypovitaminosis, sedangkan bila sudah tampak gejala-gejala klinik, disebut Avitaminosis.
Mengkonsumsi vitamin secara berlebihan memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi keadaan tubuh kita. Namun, kekurangan dalam mengkonsumsi vitamin memberikan dampak yang lebih fatal lagi bagi kesehatan tubuh.
Sebagai manusia yang benar-benar sadar dan memperhatikan kesehatan diri sudah seharusnya memberikan apa yang terbaik bagi kesehatan kita dan dalam hal ini khusus pada vitamin yang mau tidak mau adalah sesuatu yang tidak dapat lepas dari kesehatan tubuh (kebutuhan) tubuh kita. Oleh karena itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang apa itu vitamin dan gejala-gejala serta pengananx apabila terjadi kekurangan vitamin (avitaminosis) dan kelebihan vitamin (hypervitaminosis) terkhususnya pada anak-anak.

2.     Masalah

a.       Apa itu vitamin dan manfaatnya bagi tubuh ?
b.      Bagaimana dampak kekurangan vitamin (Avitaminosis)  dan kelebihan vitamin (Hypervitaminosis) terhadap anak-anak ?
c.       Bagaimana cara menangani anak yang menderita Avitaminosis dan Hypervitaminosis ?


3.     Ruang Lingkup

Penanganan Avitaminosis dan Hypervitaminosis pada anak-anak.





4.     Tujuan dan Manfaat

a.    Tujuan

Untuk mengetahui upaya-upaya yang harus dilakukan dalam menangani anak yang menderita kekurangan vitamin (Avitaminosis) dan kelebihan vitamin (Hypervitaminosis).


b.    Manfaat

Memberikan masukan dan referensi kepada para pembaca tentang sesuatu yang harus dilakukan untuk menangani anak yang menderita kekurangan vitamin (Avitaminosis) dan kelebihan vitamin (Hypervitaminosis).







B.  PEMBAHASAN

1. Pengertian Vitamin

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Vitamin berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit dan harus disuplai dari makanan karena tubuh tidak dapat menyintesisnya. Vitamin mrupakan zat makanan yang berguna untuk memperlancar semua proses yang terjadi di dalam tubuh. Suatu vitamin menunjukkan satu fungsi metabolik khusus. 


2. Fungsi Vitamin Secara Umum

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Fungsi Vitamin secara umum berhubunga  erat  dengan fungsi enzim, terutama vitamin-vitamin kelompok.

            Vitamin  dapat berperan secara bersama–sama dalam mengatur fungsi tubuh, yaitu  memacu dan memelihara :
a.    Pertumbuhan,
b.    Reproduksi,
c.    Kesehatan dan kekuatan tubuh,
d.    Stabilitas sistem syaraf,
e.    Selera makan,
f.      Pencernaan,
g.    Penggunaan zat-zat makanan lainnya.


3. Macam-Macam Vitamin

Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

1)   Vitamin Yang Larut Dalam Air

a.    Vitamin B

Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.


b.    Vitamin C

Buah jeruk, terkenal atas kandungan vitamin C-nya yang tinggi. Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.

2)   Vitamin yang larut dalam Lemak

a.    Vitamin A

Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya).


b.    Vitamin D

Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju. Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang. Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet).


c.    Vitamin E

Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan.


d.    Vitamin K

Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh.


4. Dampak Avitaminosis dan Hypervitaminosis Pada Anak

1)   Vitamin yang larut dalam air

a.    Vitamin B

v  Avitaminosis pada Vitamin B
Penyakit yang menyerang anak karena kekurangan vitamin B adalah penyakit beri-beri, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik, menurunnya daya tahan tubuh, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, mual, anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.

v  Hypervitaminosis pada  Vitamin B
Penyakit yang disebabkn karena kelebihan vitamin B adalah susah bernapas, nyeri dengan sensai terbakar, mati rasa di kaki dan tangan, kehilangan koordinasi otot, sakit kepala, depresi, dan sampe menyebabkan kelumpuhan.


b.    Vitamin C

v  Avitaminosis pada Vitamin C
Kekurangan vitamin C pada anak akan dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian.

v  Hypervitaminosis pada Vitamin C
Kelebihan vitamin C pada anak akan menyebabkan sariawan, batu ginjal, diare, sakit perut, badan panas, sakit perut, dan insomnia.

2)      Vitamin yang larut dalam lemak

a.    Vitamin A

v  Avitaminosis  pada Vitamin A
Anak yang kekurangan vitamin A akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu, penderita avitaminosis vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang sehat.
v  Hypervitaminosis pada Vitamin A
Anak yang menderita kelebihan vitamin A akan mengalami penglihatan kabur, pusing, keadaan pingsan, mual, insomnia, diare, ruam kulit, nyeri sendi, dan sakit kepala.

b.    Vitamin D

v  Avitaminosis pada Vitamin D
Bila kadar vitamin D pada anak rendah maka tubuhnya akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.  Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang.

v  Hypervitaminosis pada Vitamin D
Kelebihan vitamin D pada anak dapat menyebabkan kelemahan otot, sakit kepala, tuli, kehilangan nafsu makan, mual, kelelahan, muntah-mintah, dan nyeri tulang.

c.    Vitamin E

v  Avitaminosis pada Vitamin E
Anak yang menderita kekurangan vitamin E dapat berakibat otot-otot melayuh dikarenakan terjadinya kerusakan syaraf penggerak, serta berlangsungnya kemunduran pada:hipofisa dan kelenjar gondok.

v  Hipervitaminosis pada Vitamin E
Yang akan terjadi pada anak bila mengalami kelebihan vitamin E kelemahan otot, kelelahan, payudara lunak, dan lambat penyembuhan luka.

d.    Vitamin K

v  Avitaminosis pada vitamin K
Akibat dari kekurangan vitamin K pada anak adalah dapat menimbulkan penyakit kuning/ penyakit saluran empedu. Kadar protombin yang rendah dalam tubuh sebagai akibat kurangnya vitamin K yang diserap tubuh kadang-kadang terjadi pada bayi.
v  Hypervitaminosis pada vitamin K
Apabila anak kekurangan kadar vitamin K, maka akan terjadi hal-hal seperti mual, muntah-muntah, anemia, diare, dan ruam kulit.


5. Penanganan Avitaminosis Pada Anak
 
Secara umum hal-hal yang harus dilakukan untuk menangani anak yang menderita kekurangan vitamin (avitaminosis) adalah:
a.       Tindakan utama adalah konsultasi ke dokter mengenai asupan vitamin pada anak
b.      Memberikan suplemen vitamin kepada anak secara teratur
c.       Memperhatikan asupan gizi makanan pada anak
d.      Memperbanyak konsumsi buah dan sayur sbagai sumber vitamin untuk anak, tekhususnya meningkatkan konsumsi sayuran hijau
e.       Menghindarkan anak dari makanan berlemak/ kolestrol tinggi
f.        Dan setidaknya menerapkan PHBS dan 4 Sehat 5 Sempurnah


6. Penanganan Hypervitaminosis Pada Anak

Jika anak telah menunjukan gejala-gejala kekurangan vitamin (hypervitaminosis) seperti yang disebutkan di atas, maka sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Karena sebagian besar gejalanya seperti gejala medisyang lain, maka penting untuk didiagnosa dengan baik.
Dan yang harus dilakukan adalah:
a.       Segera hentikan asupan suplemen vitamin adalah langkah utama dalam mengobati hypervitaminosis atau kelebihan vitamin pada anak.
b.      Dokter mungkin menyarankan untuk menghindarkan anak dari makan-makanan yang tinggi kadar vitamin masing-masing.
c.       Dokter mungkin meresepkan beberapa obat yang membantu dalam mengobati gejala overdosis vitamin.
d.      Gejala hypervitaminosis atau kelebihan vitamin pada anak dapat diobati jika tepat waktu dan perawatan yang tepat dilakukan.
e.       Sebagai tindakan pencegahan, perlu juga untuk memeriksa label multivitamin dan suplemen untuk agar lebih aman.





C.     PENUTUP

1.      Kesimpulan

a.    Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

b.    Masing-masing vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah terttentu, bila terlalu banyak di konsumsi akan menimbulkan gejala-gejala merugikan, keadaan demikian disebut “Hypervitaminosis”. Sebaliknya bila tidak memenuhi kebutuhan akan timbul gejala merugikan, keadaan ini d sebut “Avitaminosis”.

c.    Penanganan terhadap anak yang menderita Avitaminosis:
Ø Tindakan utama adalah konsultasi ke dokter mengenai asupan vitamin pada anak
Ø Memberikan suplemen vitamin kepada anak secara teratur
Ø Memperhatikan asupan gizi makanan pada anak
Ø Memperbanyak konsumsi buah dan sayur sbagai sumber vitamin untuk anak, tekhususnya meningkatkan konsumsi sayuran hijau
Ø Menghindarkan anak dari makanan berlemak/ kolestrol tinggi
Ø Dan setidaknya menerapkan PHBS dan 4 Sehat 5 Sempurnah

d.    Penanganan terhadap anak yang menderita Hypervitaminosis:
Ø Segera hentikan asupan suplemen vitamin adalah langkah utama dalam mengobati hypervitaminosis atau kelebihan vitamin pada anak.
Ø Menghindarkan anak dari makan-makanan yang tinggi kadar vitamin masing-masing.
Ø Dokter mungkin meresepkan beberapa obat yang membantu dalam mengobati gejala overdosis vitamin.
Ø Gejala hypervitaminosis atau kelebihan vitamin pada anak dapat diobati jika tepat waktu dan perawatan yang tepat dilakukan.
Ø Sebagai tindakan pencegahan, perlu juga untuk memeriksa label multivitamin dan suplemen untuk agar lebih aman.

2.      Saran
Buat pembaca:
Mari, sudah saatnya menerapkan keseriusan dalam hal menjaga kesehatan dan memperhatikan kadar vitamin pada diri anak-anak, sebab jangan terlalu berharap untuk bisa beraktifitas lebih dalam keseharian anda tanpa anak-anak. Sayangi anak Anda dan temukan yang begitu berharga dibalik kesehatan tubuh anak dan Anda sendiri, bukankah kesehatan adalah salah satu mahkota dalam hidup kita. 




DAFTAR RUJUKAN


Zakaria, F.R. 1996. Peranan Zat-zat Gizi dalam Sistem Kekebalan Tubuh. dalam : Buletin Teknologi dan Indistri Pangan. 7(3): 75-81

Kalt, W.,C.F.Forney,A. Martin, dan R.L.Prior. 1999. Antioxidant Capacity, Vitamine, Phenolics and Anthicyaninns After Presh Storage of Small Fruits: Journal Of Agriculture and Food Chemistry.47: 4634644

Frei. 1994. Reactive Oxygen Species and Antioxidant Vitamins: Mechanisms of Action  (American Jurnal Medicine). Excerpta Medica Inc

Effendi, N. 1998. Dasar-Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC


Trilaksani W. 2005.  Antioksidan: Jenis, Sumber, Mekanisme Kerja dan Peran Terhadap Kesehatan. Jakarta : EGC


Pudjiadi, Solihin. 2001. Ilmu Gizi Klinis Pada Anak Edisi 4. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI


Twigg J, Fulton N, Gomez E, Irvine DT, Aitken RJ. 1998. Analysis of the impact of Intracellular Reactive Oxygen Species Generation on Structural and Functional Integrity of Human Spermatozoa. England: Lipid Peroxidation, Human reproduction



http: //www.kafeilmu.com
http: //www.berbagiilmu.com
http: //www.wikipedia.com
http: //www. plasa.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment